Lima Dua dot Com - Creative Partnership

Lain lain

SOSOK SEORANG PEMIMPIN IDEAL (mungkinkah hadir ditengah kita??)

VN:F [1.9.14_1148]
Rating: 9.0/10 (2 votes cast)

Suatu hari seorang khalifah sedang berada di kamar kerjanya mempelajari setumpuk dokumen negara, dan masuklah istrinya yang kemudian menyapanya “Yang mulia.. maukah anda memberikan waktu untukku sejenak? saya ingin merundingkan masalah pribadi dengan anda.” “Tentu saja,” jawab khalifah “tapi tolong matikan lampu kamar ini – yang milik negara – dan nyalakan lampu anda sendiri. Aku tidak mau memakai minyak negara untuk pembicaraan pribadi.” Sungguh betapa luar biasa sikap khalifah agung ini yang begitu amanahnya sehingga untuk mengobrol dengan istri sendiri pun beliau tidak mau menggunakan fasilitas negara walaupun hanya sebuah lampu minyak. Pada hari yang lain seorang pembantunya mengambil kayu bakar dari wisma orang miskin yang dibangun dengan dana dari Baitul Mal untuk dipakai memasak air wudu sang khalifah, tak berapa lama kemudian si pembantu tersebut mendapati tumpukan kayu bakar baru sejumlah sama dengan yang telah dipakainya berada di tumpukan kayu bakar yang diambilnya. Khalifah tidak mau menggunakan air yang dipanaskan menggunakan bahan bakar yang diambil dari sarana umum yang notabene adalah milik negara.

Siapakah gerangan khalifah yang berakhlak mulia ini? dialah Umar bin Abdul Aziz yang tidak lain adalah keturunan (cicit) dari salah satu Khulafaurrasyidin Umar Al-Faruk atau lebih kita kenal Umar bin Khattab. Kehadiran Umar bin Abdul Aziz sebagai khalifah di era Dinasti Bani Umayyah bagaikan sinar penerang di malam hari, bagai mata air jernih di tengah padang tandus karena selama masa Daulah Umayyah dunia Islam telah kehilangan sistem pemerintahan yang adil dan amanah, sistem pemerintahan di masa Daulah Umayyah maupun Daulah Abbasiyah setelahnya telah porak poranda karena diisi oleh khalifah-khalifah yang tidak adil, korup, bermoral rendah dan menyukai kemewahan duniawi. Kehadiran Khalifah Umar bin Abdul Aziz telah mengangkat kembali nama Islam ke tingkat tertinggi dengan menegakkan sistem pemerintahan yang adil dan demokratis, sebuah pemerintahan yang mampu mensejahterakan taraf hidup seluruh rakyatnya bukan hanya sekedar wacana ataupun teori tapi dengan reformasi di segala bidang dengan senantiasa berpedoman pada Al-Qur’an dan Hadits, sehingga di masa kepemimpinannya tercipta kondisi negara yang stabil, aman, damai dan sejahtera, sehingga rasanya belum pernah terjadi dalam sejarah dunia dimana pada saat itu hampir tidak dapat ditemukan orang yang mau menerima sedekah karena keberhasilan sang khalifah dalam mengelola pemerintahan yang tidak saja berhasil dalam hal administratif namun juga berhasil dalam menjalankan syariat agama Islam termasuk keberhasilan mengelola zakat, infaq dan sodaqoh yang ternyata memang terbukti mampu mensejahterakan umat.

Umar bin Abdul Aziz menjadi seorang pemimpin yang jauh dari kemewahan, beliau menolak pasukan pengawal berkuda dan menyimpan seluruh peralatan seremonial istana di baitul mal, beliau lebih suka hidup seperti rakyat biasa dan tinggal di sebuah tenda sementara istana raja diserahkan untuk ditinggali oleh keluarga Sulaiman bin Abdul Malik (khalifah Umayyah sebelumnya), beliau juga memerintahkan agar kuda-kuda istana dilelang dan hasilnya disimpan di Baitul Mal. Di awal kepemimpinannya beliau terlihat murung sehingga salah seorang keluarganya bertanya mengapa beliau tampak murung. Khalifah menjawab “Apakah memang tidak ada yang harus aku cemaskan? Aku telah dipercaya mengupayakan kesejahteraan bagi kerajaan yang begitu luasnya. Aku gagal menjalankan tugas itu jika aku tidak segera membantu kaumku yang miskin”. setelah itu beliau kemudian naik mimbar dan berpidato: “Saudara-saudara! Aku telah dibebani tanggung jawab kekhalifahan, tugas yang sebenarnya diluar kemauanku. Anda bebas untuk memilih siapa saja yang anda inginkan”. Tapi seluruh hadirin berteriak bahwa Umarlah yang paling tepat untuk jabatan khalifah.

Tindakan pertamanya saat memangku jabatan khalifah adalah mengembalikan harta yang pernah disita dan dikuasai oleh kaum Umayyah kepada pemiliknya yang berhak, ia menyerahkan seluruh harta bergerak dan tidak bergerak kepada Baitul Mal, bahkan sebuah cincin pemberian Khalifah Walid pun ia serahkan, sehingga salah satu pembantunya yang setia Mahazim takjub akan tindakan seorang penguasa itu dan bertanya “ Ya Tuanku, apa yang telah anda tinggalkan untuk anak-anak anda?” Khalifah hanya menjawab dengan satu kata “Allah”. Harta Isterinya pun tidak luput dari perhatiannya, ia perintahkan isterinya untuk mengembalikan semua perhiasan yang diberikan oleh ayahnya Khalifah Abdul Malik, dan isterinya yang setia itu ikhlas menuruti kehendak suaminya.  Kebijakan Umar bin Abdul Aziz yang berpihak pada rakyat kecil membuat kesal keluarga Umayyah yang terbiasa hidup mewah dari uang rakyat, mereka memprotes pengembalian harta yang telah lama mereka kuasai kepada negara, hingga akhirnya pada suatu hari Khalifah mengundang beberapa tokoh keluarga Umayyah untuk makan malam namun sebelumnya ia memerintahkan pada juru masak agar menunda penyiapan makanannya. Setelah sekian lama menunggu hidangan akhirnya para tamu mulai merintih kelaparan dan barulah ia memerintahkan juru masak untuk menyiapkan makanan. Tapi bersamaan dengan itu pula ia memerintahkan agar sambil menunggu hidangan siap agar disajikan dulu roti panggang alakadarnya. Santapan roti sederhana inipun segera dimakan oleh Umar dan diikuti oleh para tamunya yang kelaparan. Beberapa saat setelah hidangan roti itu habis, muncullah juru masak menghidangkan aneka masakan yang mewah, namun semua hidangan itu ditolak oleh para tamu dengan alasan mereka sudah kenyang. Khalifah yang bijaksana ini pun segera menanggapi hal ini dan berkata “Saudara-saudara! jika anda bisa memuaskan nafsu makan anda hanya dengan makanan sederhana, lalu mengapa anda suka sewenang-wenang dan merampas hak milik orang lain?” Ucapan ini menohok semua yang hadir dan membuat malu seluruh tokoh keluarga Umayah yang ada pada saat itu.

Khalifah Umar tidak hanya berakhlak dan berbudi pekerti baik namun dia juga sangat berprestasi  dalam pemerintahannya. Di masa kepemimpinannya dilakukan sensus terhadap berbagai bangsa, suku dan kepercayaan di Spanyol, juga dilakukan survei di seluruh semenanjung mencakup kota, sungai, laut, gunung-gunung, juga sifat tanahnya, ragam produksi dan hasil pertaniannya, serta sumber daya mineral yang terkandung. Sarana dan prasarana dibangun dan di Zaragoza, bagian utara Spanyol dibangun sebuah mesjid yang luas. Lembaga Baitul Mal di reformasi dan dibersihkan dari praktek-praktek penggunaan dana yang tidak sehat, ia memisahkan rekening untuk Khams, Shodaqoh, dan Fi, bidang perpajakan dikelola dengan baik dengan mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang tidak memberatkan rakyat sehingga membuat rakyat melunasi kewajiban pajak dengan senang hati tanpa merasa terpaksa. Khalifah juga memperhatikan perbaikan kondisi penjara, para sipir diperingatkan untuk tidak berbuat semena-mena terhadap tahanan, setiap tahanan mendapat tunjangan dan pakaian yang layak. Umar bin Abdul Aziz tidak hanya adil terhadap sesama muslim, ia juga sangat baik dan adil terhadap rakyatnya yang non muslim bahkan ia pun memperhatikan mereka. Orang Kristen, Yahudi dan Majusi diijinkan untuk mendirikan rumah ibadah, mereka juga tidak dibebani pajak yang tinggi, hak-hak mereka dihargai dan dilindungi. Khalifah Umar bin Abdul Aziz anti menggunakan kekerasan dalam pemerintahannya, ia memerintah dengan lemah lembut tapi tegas terhadap segala penyimpangan. Ia tidak melakukan ekspansi untuk menyebarluaskan Islam dengan pedang ia lebih suka menjalankan misinya dengan damai dengan mengajak pemeluk kepercayaan lain untuk mengikuti ajaran Islam melalui kebaikan-kebaikan dan menunjukan akhlak yang terpuji serta gaya kepemimpinan yang egaliter dan merakyat, sehingga pada masanya seluruh orang Berber di Afrika Utara dan kaum ningrat Sind memeluk agama Islam dengan kemauan mereka sendiri.

Kepemimpinannya berakhir pada tahun 719 M, pemimpin besar itu wafat di usia muda 36 tahun. Kepergiannya diratapi oleh seluruh negeri bahkan Raja Romawi saat itu terlihat murung ketika mendengar kabar wafatnya khalifah yang saleh ini. Ketika ditanyakan Raja Romawi tersebut berkata “ Seorang yang saleh telah wafat. Umar bin Abdul Aziz. Setelah Nabi Isa, jika ada orang lain yang mampu menghidupkan orang mati, dialah itu. Aku tidak akan heran jika melihat seorang pertapa yang meninggalkan kesenangan duniawi agar hanya dapat menyembah Tuhan. Tapi aku sungguh kagum menyaksikan seorang pemilik kesenangan duniawi yang tinggal meraih apa yang diinginkannya dari bawah telapak kakinya, tapi ia malah menutup rapat-rapat matanya untuk hidup dalam kesalehan”. Sebelum terpilih sebagai khalifah, ia menghasilkan pendapatan pribadi sebanyak 50 ribu dinar setahun, setelah ia terpilih sebagai khalifah ia menyerahkan seluruh hartanya ke Baitul Mal dan pendapatan pribadinya merosot hingga 200 dinar setahun. Dan diceritakan pada saat wafat Umar bin Abdul Aziz hanya meninggalkan uang sebesar 17 dinar, dengan wasiat agar sebagian dibayarkan untuk sewa rumah tempatnya meninggal, dan sebagian lagi dibayarkan untuk tanah tempatnya dimakamkan.

Khalifah Umar bin Abdul Aziz adalah sosok seorang pemimpin ideal , yang sistem pemerintahannya hanya dapat dibandingkan dengan pemerintahan empat Khalifah Islam pertama, bahkan Imam Sofyan Sauri menyebutnya sebagai Khulafaurrasyidin kelima setelah Abu Bakar, Umar bin Khattab, Usman bin Affan dan Ali bin Abi Tholib. Seorang pemimpin yang rasanya mustahil ada di zaman sekarang ini atau mungkinkan akan hadir pemimpin seperti ini di masa yang akan datang? Entahlah.. semoga saja..

Allahu A’lam Bisshawab..

Seluruh isi artikel ini bebas di copy-paste karena begitu indahnya saling berbagi. Namun akan sangat kami hargai jika anda lebih memahami netiket dengan mencantumkan tautan (link) ke sumber artikel yang anda co-pas. 
Kritik, saran atau sekedar komentar  anda akan sangat berarti dan dapat menjadi masukan bagi kami untuk bisa berbuat lebih baik.

SOSOK SEORANG PEMIMPIN IDEAL (mungkinkah hadir ditengah kita??), 9.0 out of 10 based on 2 ratings

Dipublikasikan pada 13 Agustus 2011 oleh Abu Izzy.

Komen dong... jangan malu-malu

Ada 2 komentar
 
  1. Grizzly

    29 Okt 2011

    Stay with this guys, you’re hlpenig a lot of people.

    VA:F [1.9.14_1148]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  2. uci

    12 Des 2011

    sungguh Umar bin abdul aziz orang yang mulia :)

    VA:F [1.9.14_1148]
    Rating: +1 (from 1 vote)

Kasih komentar...

:1up: :alert: :ban: :beer: :borg: :coffee: :cuckoo: :cuss: :finger: :goombah: :stupid: :megaman: :limadua: :pity: :noshake: :oogle: :pacman: :pill: :poison: :rant: :satansmoking: :shake: :shiftyeyes: :shroom: :sick: :smirk: :spammer: :stfu: :thumbdown: :thumbup: :turtle: :what: :whatever:

Desain Web oleh "IbnKhaled" - Pengembangan Web oleh riftom
Copyright © 2010 - 2014 ° limadua.com ° Hak cipta dilindungi Allah SWT.