Becak, bukan barang asing lagi di kawasan pantai Castricum Belanda Utara. Sejak dua tahun seorang Belanda mengantar wisatawan menikmati keindahan alam dari atas roda tiga.
Peter Samuel, pria 63 tahun ini awalnya hanya iseng saja mencari alat angkut tanpa motor untuk menyalurkan hobinya. Ia ingin sesuatu yang ‘tidak biasa’.
Akhirnya dia bertemu Martin Jeuken importir becak yang tinggal di Someren Belanda Selatan. Sejak setahun setengah ia menawarkan trayek keliling bukit pasir pada wisatawan. Antara April sampai September ia mangkal di Restauran Johanna’s Hof di Castricum.
Dengan harga 17,50 euro per jam ia mengajak tamu mencicipi suasana Indonesia di Belanda. Walaupun sebenarnya ia belum pernah ke Indonesia dan melihat becak di jalanan Yogyakarta.
Para penumpang sangat antusias dengan tur keliling. Peter dengan bangga memamerkan komentar dan pujian dari para pelanggan yang tertuang dalam buku tamu. Bahkan media nasional dan regional menyoroti kegiatan Peter ini. Penduduk setempat juga mengenal Peter sebagai tukang becak. Peter yakin becak bisa diterima di setiap obyek wisata Belanda. Martin si improtir ikut gembira mendengar sambutan antusias tentang becak ‘nya’.
[youtube=http://www.youtube.com/watch?v=1vGWrK8cops&w=520]
sumber: rnw.nl
video : YouTube
Desain Web oleh "IbnKhaled" - Pengembangan Web oleh riftom
Copyright © 2010 - 2012 ° limadua.com ° Hak cipta dilindungi Allah SWT.
27 Okt 2010
Genjot terus.. mang Peter !!!

27 Okt 2010
padahal skalian we delman & angkot ekspor ka belanda spy di indonesia teu macet teuing….
28 Okt 2010
becak disana menjadi keunikan yang begitu simbolik, knapa di kita hanya menjadi tempat tongkrongan n penyempit jalan, terkadang membahayakan karena sering melawan arah???
28 Okt 2010
kendaraan tanpa mesin menjadi sesuatu yang mutlak di belanda karena mereka menyadari bahwa sumber energi minyak bumi sangat terbatas dan kelestarian lingkungan hidup harus benar-benar dijaga, sementara di negeri kita sendiri kendaraan tanpa mesin (sepeda, becak, delman, dll.) harus tergerus zaman dan menyingkir dari jalanan yang dikuasai kuda2 besi yang menjadi sumber polusi, penguras cadangan minyak bumi dan menjadi kontributor terbesar bagi fenomena global warming di dunia.
29 Okt 2011
Your weibtse has to be the electronic Swiss army knife for this topic.