Tawaran-tawaran menggiurkan dalam menjalankan usaha dengan cara mudah. Hati-hati dengan hal seperti ini tidak sedikit orang yang tejebak hanya karena melihat keuntungan yang besar dan cepat tanpa harus susah payah.
Hal ini telah terjadi pada seorang pria bernama Yanto. Pada awal 2000-an ia telah menjalankan usaha konveksi yang bertempat di daerah Cikalong Wetan Purwakarta. Dari usaha ini dia telah memperoleh hasil puluhan juta rupiah hingga tahun 2006-an, ketidakpuasan pria asal cimahi ini berakibat fatal bagi dirinya sendiri, hasil yang telah ia kumpulkan selama hampir 7 tahun tesebut dengan tempo waktu yang singkat terbuang tanpa bekas. Pada awal 2007 munculah beberapa rekannya mengajak yanto untuk kerjasama pada bidang yang tidak dia kuasai sebelumnya.
Dengan iming-iming keutungan yang menjanjikan, tanpa berpikir panjang pria kelahiran 1973 ini memutuskan untuk mencoba usaha yang di tawarkan tersebut. Diawali dari bisnis membuat rokok kretek sedangkan ia sendiripun bukan perokok, bagaimana ia bisa merasakan bahwa rokok itu bagus atau tidak?sangat aneh bukan? hasilnya hanya mampu ia jalankan selama 3 bulan saja, dilanjutkan pada bisnis pupuk, disini yanto awalnya berpendapat bahwa memasarkan pupuk itu sangatlah mudah, namun apa yang terjadi? Setelah ia coba menawarkan ternyata setiap petani tidak begitu saja dengan mudah menerima produk baru khususnya pupuk, karena banyak selama ini petani banyak yang trauma akibat selalu dijadikan kelinci percobaan oleh produk – produk pupuk terdahulu, Adapun yang hendak mencoba dengan catatan harus melakukan dulu percobaan yang semua biaya kebutuhannya harus ditanggung oleh yanto sebagai penyedia. Seperti sewa lahan, pembelian bibit, ongkos kerja dan lain-lain, itu tentunya memerlukan biaya yang sangat besar, dia pun memutuskan untuk mundur. Terakhir satu hal yang lebih menyedihkan baginya, kembali dia tidak kapok mencoba bidang yang sama sekali dia tidak mengerti yakni bisnis property bahkan diajak oleh saudaranya sendiri. nilainya mencapai ratusan juta rupiah tentunya Yanto pun memimpikan keuntungan yang besar dibalik itu, hingga saat ini ayah dari 3 anak ini belum mendapatkan satu sen pun keuntungan sedikitpun dari modal yang telah ia keluarkan, bahkan mencapai puluhan jutaan rupiah demi kelancaran proyek impiannya. Yanto rela menjual, menggadaikan apa yang dia miliki hingga berani meminjam dengan bunga besar. Akhirnya Yanto bangkrut dan terbelit hutang kemana-mana. “Kumaha atuh ieu teh gustiiiiii????” tuturnya sambil memegang kepala.
Mungkin hal yang dialami yanto bisa kita jadikan cermin, bahwa dalam menjalankan usaha harus berdasarkan kemampuan atau pengalaman yang kita miliki. Yang terpenting janganlah mudah kita terpengaruh atau percaya pada orang / teman yang tidak ketahui karakternya bahkan saudara sekalipun, apalagi dengan orang yang belum kita kenal.
artikel ini asli tanpa rekayasa dan telah mendapat izin narasumber.
Desain Web oleh "IbnKhaled" - Pengembangan Web oleh riftom
Copyright © 2010 - 2012 ° limadua.com ° Hak cipta dilindungi Allah SWT.
25 Okt 2010
saluut buat orang yang berani menggambarkan kegagalannya semangat2, buat om yanto yakin deh kalu allah bakal ngasih jalan keluar yang terbaik. berjuang omm…

25 Okt 2010
Keula.. keula.. tina ciri-ciri na asa apal ieu mang Yanto téh…

Heueuh kitu mang Yanto nu éta téa??????
25 Okt 2010
ampir sarua jeung rhoma irama, yanto mah KEGAGALAN USAHA, ari rhoma irama mah KEGAGALAN CINTA…. aya hiji deui si arif, ngan manehnamah GAGAL KAWIN ……
4 Nov 2010
Gagal dalam usaha sih buat seorang pengusaha biasa, tapi yang menentukan keberhasilan dalam usaha itu bagaimana kita bangkit dari kegagalan itu!!!! OK mas?
15 Nov 2010
moal lanceuk urg ieu teh……??????
18 Nov 2010
pengalaman memang lebih menentukan dalam menjalankan usaha, namun disamping itu keberanian tetap menjadi modal andalan, yang dialami pa yanto merupakan wujud keberanian yang patut diacungi jempol, karena kalau kita pikir mana ada orang yang terencana akan sebuah kegagalan. salut atas keberanian pa yanto
29 Okt 2011
Big help, big help. And supertilave news of course.